Hadiah Terakhir
Hadiah
kaligrafi ini kupersembahkan untukmu ibu…, inilah yang terakhir . Hal terakhir
yang mampu aku berikan untukmu. Aku akan mengenangmu, sepanjang diriku
terbaring rapuh di dalam gundukan tanah merah. Disana … pastiku rindu wajah teduhmu,
senyum penyejuk batinku dan peluhmu. Aku bersyukur … aku dititipkan pada
tulusnya kasihmu. Rasanya aku ingin hidup lebih lama, andai bisa. Tapi .. aku
telah tiba pada takdirku.
Semua
kenangan semasa kecil. Ketika aku menangis, hadiah ultahku yang hancur,
lollipop hijau, pohon belimbing, dan
adik kecil, semuanya kau hadirkan. Dan nasihat yang selaluku ingat “ Gunakanlah
kesempatanmu nak, sebaik mungkin. Selagi masih ada kesempatan di dekapanmu
sebelum semua menjadi abu. “
Dengarkanlah
sekali ini saja ibu. Sebab suaraku takkan pernah terdengar lagi. Oleh satu hal
aku memutuskan menitipkan selembar kertas di atas sajadah panjang. Maafkanlah
kesalahanku ibu. Maafkanlah segala ketidak mampuan dan keterbatasanku.
Terimakasih ibu… untuk segala kesetiaanmu merawat dan mendidikku hingga waktuku
tiba untuk berakhir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar