Selasa, 03 Desember 2013

fiksi mini

Hadiah Terakhir

                Hadiah kaligrafi ini kupersembahkan untukmu ibu…, inilah yang terakhir . Hal terakhir yang mampu aku berikan untukmu. Aku akan mengenangmu, sepanjang diriku terbaring rapuh di dalam gundukan tanah merah. Disana … pastiku rindu wajah teduhmu, senyum penyejuk batinku dan peluhmu. Aku bersyukur … aku dititipkan pada tulusnya kasihmu. Rasanya aku ingin hidup lebih lama, andai bisa. Tapi .. aku telah tiba pada takdirku.
                Semua kenangan semasa kecil. Ketika aku menangis, hadiah ultahku yang hancur, lollipop hijau,  pohon belimbing, dan adik kecil, semuanya kau hadirkan. Dan nasihat yang selaluku ingat “ Gunakanlah kesempatanmu nak, sebaik mungkin. Selagi masih ada kesempatan di dekapanmu sebelum semua menjadi abu. “

                Dengarkanlah sekali ini saja ibu. Sebab suaraku takkan pernah terdengar lagi. Oleh satu hal aku memutuskan menitipkan selembar kertas di atas sajadah panjang. Maafkanlah kesalahanku ibu. Maafkanlah segala ketidak mampuan dan keterbatasanku. Terimakasih ibu… untuk segala kesetiaanmu merawat dan mendidikku hingga waktuku tiba untuk berakhir.