Sabtu, 06 Oktober 2012

Puisi

Aku dan Kamu Di ujung Waktu

Aku takut aku lengah mengintaimu
dari lorong-lorong hujan saat aku mencium aroma 
kopi bercampur mocalatte di dekat rintik kaca
Di helai pintu kejora akanku lukiskan rongga
waktu agar aku tetap mampu mengenalimu
apabila aku terlanjur terlalu lama bermimpi
lupa diantara lelahku menutup mata
Di sana akanku puisikan serabut kehangatan
senja di punggung kamera DSLRmu
memotret warna oleh gelembung perlahan
tanpa kita sadari merayapi ngilu tulangtulang
putih dan semakin rapuh kita mematung bisu
di seberang jalan kita bertempa logika
Lalu... bila aku memucat diserang 
lilin sunyi lambat laun menyebar seluruh sarafku
Hingga aku lindap; kenangan derai embun
sore itu aku melihatmu lagi berdiri di sampingku
membasuh kelopak mawar merah di atas 
namaku; Kau menggigil beku
nyeri melengkapiku.